Laman

8.729 GURU GAGAL NAIK PANGKAT, INI DIA PENYEBABNYA

Naik pangkat/golongan merupakan harapan yang senantiasa selalu diimpikan oleh seluruh Aparatur Pemerintah ditanah air termasuk juga para PNS yang berprofesi sebagai guru.

Namun untuk bisa naik pangkat/golongan bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh para guru ditanah air, pasalnya syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi begitulah sulit.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Pemerintah telah mengeluarkan keputusan, bagi guru PNS agar bisa naik pangkat/golongan diharuskan untuk menulis karya ilmiah yang original dan wajib dipublikasikan untuk selanjutnya dinilai dan diuji keaslianya oleh Pemerintah langsung.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih tiga bulan, Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) terhadap 9.000 berkas milik para guru PNS dari semua jenjang sekolah yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ternyata hasilnya mengejutkan.

Berdasarkan data di Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, hanya 271 orang guru yang dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan untuk kenaikan pangkat.

Sedangkan sisanya atau sebanyak 8.729 guru gagal naik pangkat. Ke-271 orang guru tersebut naik pangkat dari golongan IV-A ke golongan IV-B. Selain itu ada juga yang penyesuaian ijazah dari golongan II langsung ke golongan III, yakni sebanyak 38 orang.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Kurnia Sastraatmaja mengatakan, banyaknya guru yang tak memenuhi persyaratan untuk naik pangkat karena berdasarkan hasil penilaian bahwa para pendidik tersebut dalam pembuatan karya tulis masalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang materinya lebih banyak memanfaatkan fasilitas jejaring sosial seperti internet.

“Karya tulis itu kan harus betul-betul merupakan karya pribadi dari guru yang bersangkutan, sedangkan yang kelihatan sekarang banyak sekali guru yang mengambil materi secara ‘copy paste’ dari internet,” kata Kurnia.

Selain itu dalam hal pengembangan diri pun merupakan hal yang masih banyak kendala dialami para guru. Sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan, ada ratusan karya tulis yang materinya sama persis dengan yang lainnya.

“Materi dan kata-katanya sama persis. Cuma diganti nama dan alamat penulisnya saja,” jelas Kurnia.

Namun demikian, Kurnia juga mengatakan bagi yang belum bisa naik pangkat untuk tahun 2015 ini masih ada kesempatan untuk ikut kembali di tahun 2016.

“Selama mereka bisa mengikuti aturan yang ada dan memperbaiki kekurangannya, kami yakin mereka masih memiliki kesempatan untuk bisa ikut kembali dan bisa mewujudkan harapannya untuk bisa naik pangkat,” ujarnya.


(Sumber : okezone.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar